widget

Kamis, 27 April 2017

Ajarkan Hidup Sehat Mulai Sejak Dini

Keerom – Beberapa hal dan kebiasaan umumnya bisa ditanamkan sejak kecil guna mempersiapkan kemandirian anak kelak. Untuk itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam memperkenalkan kebiasaan baik hidup sehat sejak dini pada anak. Mulai dari mencuci tangan, Rajin Olah raga, tidur cukup, menggosok gigi dan masih banyak lagi yang lainnya.
Namun itu semua bagi anak-anak yang hidup dengan fasilitas yang mudah dan tersedia. Lain halnya dengan anak-anak di daerah pedalaman, yang sangat minim dengan sarana dan pengetahuan. Mereka tidak pernah mengenal sebelumnya bagaimana cara hidup sehat. Kebiasaan turun temurun dari nenek moyangnya lah yang mereka anut. Namun dengan kehadiran Satgas TMMD ke 98 Kodim 1701/Jayapura yang sekarang mengambil lokasi di Kampung Sach, anak-anak yang awalnya tidak tau tentang cara hidup sehat, diajari bagaimana hidup sehat dan menjaga kebersihan, sehingga tidak gampang terserah penyakit. Seperti yang dilakukan anggota satgas TMMD, Serda Hariyanto, yang memberi contoh dan mengajarkan anak-anak kampung untuk dapat  hidup bersih dsn sehat.
Puluhan anak-anak nampak sangat antusias mengikuti rangkaian bimbingan cara mandi yang benar dari Serda Hariyanto yang sehari hari selain menjadi anggota Satgas TMMD, juga sebagai  Babinsa di Kampung Sach, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua.
“Anak-anak ini di bawa ke sumber mata air yang tak jauh dari kampung mereka. Jaraknya kurang lebih 300 meter, disini kami bagikan alat mandi seperti sikat dan pasta gigi serta sabun, sekaligus kami ajarkan cara pakainya,” kata Haryanto. “Yang kami laksanakan saat ini yaitu memberikan bantuan dan mengajarkan kepada anak-anak cara hidup sehat yang baik dan benar. Sebagai upaya kami untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan bersih sejak dini.
Dia juga menjelaskan anak-anak adalah generasi penerus yang akan menggantikan generasi saat ini, anak sebaiknya diajarkan kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini untuk mencegah mereka dari bakteri dan kuman penyebab penyakit. “Keberadaan kami disini untuk mewujudkan hal tersebut, menciptakan generasi muda yang sehat sejak dini. Dengan mengajarkan hal-hal yang menurut mereka sepele tetapi besar sekali manfaatnya. Seperti cara mencuci tangan dengan baik dan benar, menjaga kebersihan kuku dan kebersihan gigi dan mulut,” ucapnya.
Menurut Hariyanto, minimnya fasilitas dan peralatan di kampung ini membuat banyak anak-anak dan orang dewasa pada umumnya terkena penyakit kulit dan berpotensi terkena penyakit lain jika tak menjaga kebersihan, khususnya kebersihan badan. “Saya harap apa yang sudah saya berikan dan ajarkan kepada masyarakat Kampung Sach dapat diterapkan dan diterima dengan baik, agar anak-anak dan masyarakat di kampung ini bisa maju dan tak kalah dengan masyarakat di kampung lain,” ujar Hariyanto.

Keceriaan Anak Daerah Perbatasan

Di sela istirahat Satgas TMMD ke 98 Kodim 1701/Jayapura  dan anak-anak di Kampung Sach semakin terasa keakrabannya. Hal ini terwujud ketika anak-anak berjumpa, mereka saling menyapa, saling ngobrol disaat ada kebersamaan, seperti terasa kawan akrab yang sudah lama saling mengenal, padahal mereka baru mengenal anggota Satgas TMMD beberapa hari ini, karena kesibukan dari anak-anak dibangku sekolah.
Pada kesempatan Rehat siang, saat senggang itulah anggota Satgas TMMD Jayapura memanfaatkan untuk mengenalkan dunia Tentara kepada anak-anak, termasuk mengenalkan apa tugas sehari-harinya dan diinformasikan bahwa TNI itu asalnya dari rakyat dan dalam bertugas sehari-hari selalu dekat dengan rakyat untuk bersama-sama membangun NKRI.
Keakraban anggota Satgas TMMD Kodim 1701/Jayapura dengan anak-anak Kampung Sach sudah kelihatan erat, meskipun mereka belum lama saling kenal..  Tidak jarang dari mereka yang menyatakan kelak kalau sudah besar kepingin jadi tentara. Albertus salah satu anak Kampung Sack yang masih duduk di bangku SD, secara polos mengungkapkan,” bapa-bapa  tentara itu baik, sering mengajar kitorang, bahkan mo menjadi teman anak-anak kecil,” ucapnya polos.
Pemandangan seperti ini terlihat di lokasi TMMD ke 98 Kodim 1701/Jayapura di Kampung Sack Distrik Waris Kabupaten Keroom. Di waktu senggang, anggota Satgas TMMD sering mengajak anak anak bermain bola di Jalan yang dibangun TMMD. Mereka terlihat sangat akrab dan dengan sendauan dari keduanya tampak keakraban diantara mereka. Dengan hadirnya TMMD di Kampung ini,, masyarakat sangat terbantu, bahkan anak-anak pada senang karena dibelikan bola kaki oleh Satgas , sehingga mereka dapat mempergunakannya dengan baik,” kata Sekretaris Kampung Albert Ibe.

TNI dan Warga Bergotong Royong Membersihkan Timbunan Tanah

Timika- Gereja KIMI Bhintuka ada salah satu sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 di Kampung Bhintuka SP 13. Prajurit TNI Satgas TMMD ke-98 Kodim 1710/Mimika bersama masyarakat bahu membahu meratakan timbunan di halaman Gereja KIMI Bhintuka, Rabu (26/04/17).
TMMD ke-98 yang sudah terlaksana di Desa Bhintuka SP13 dimana telah memasuki hari ke 22 hingga saat ini telah berjalan dengan sangat baik. Hal tersebut terjadi karena adanya dukungan dari masyarakat sekitar yang telah terjalin dengan harmonis. Hubungan harmonis tersebut timbul karena adanya kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Letkol Inf Windarto S.Sos., M.M Dandim 1710/Mimika mengucapkan terima kasih atas ikut sertanya masyarakat terlibat dalam membantu TNI bergotong royong menyelesaikan sasaran fisik yang diprogeskan seperti yang dilakukan hari ini. "Ini adalah harapan kami selaku penyelenggara dengan kepedulian masyarakat untuk terlibat langsung karena fasilitas umum yang dikerjakan ini akan dinikmati dan digunakan oleh masyarakat di kampung ini, " jelas Dandim.
Sementara itu, Ketua Jemaat Gereja KIMI Bhintuka Dess Kogoya juga mengucapkan terima kasih kepada TNI dalam hal ini Kodim 1710/Mimika. " Saya mewakili Jemaat Gereja KIMI mengucapkan terima kasih kepada TMMD yang sudah membantu membuatkan MCK gereja dan menimbun halaman gereja kami, "ujar Dess Kogoya.

Warga Bersama TNI Bergotong Royong Bagun Puskesmas

Sejalan dengan perkembangan jaman, semenjak arus globalisasi dan modernisasi yang melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks dan tanpa disadari dengan perkembangan tersebut, lambat laun budaya gotong royong mulai memudar dalam masyarakat. suka tidak suka dan mau tidak mau, dapat kita rasakan bersama bangsa ini mulai kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya yang salah satunya adalah budaya gotong royong.
Gotong  royong merupakan sikap hidup, cara kerja, dan kebiasaan yang sudah dikenal bangsa Indonesia secara turun-temurun sejak zaman dahulu. Dalam gotong royong, orang menyelesaikan suatu kegiatan secara bersama-sama dengan saling berbagi tugas dan saling tolong menolong serta menjunjung tinggi kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun berbeda dengan warga di Kampung Sach, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, warga yang bermukim di pelosok Papua yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Neuw Guinea tersebut masih memelihara tradisi gotong royong yang sangat kental. Seperti yang terlihat dalam program TMMD Reguler ke-98 Tahun 2017 Kodim 1701/Jayapura membangun Kampung Sach, dimana dalam pembangunan tersebut, tanpa dikomando, warga masyarakat beramai-ramai membantu pengecoran lantai Balai Kampung dan pemasangan gorong-gorong, serta membantu mengangkat papan dan balok kayu untuk bahan bangunan.
Laurent Ibe Kepala kampung Sach menyampaikan,”  bergotong royong adalah satu kegiatan sosial yang sangat mulia untuk mencapai suatu tujuan bersama. "Kita semua adalah anggota dari satu keluarga besar di kampung ini dan kita adalah sanak saudara dan keluarga, sehingga kita harus saling perduli, saling menolong, serta saling mendukung terutama dengan pembangunan di kampung kita yang di laksanakan oleh bapak-bapak tentara. Semoga apa yang mereka lakukan mendapat balasan dari yang maha kuasa". Ungkapnya.
Pembangunan melalui TMMD ini sangat membantu kami disini, dahulu kita tidak punya Puskesmas pembantu, sekarang sudah dibangun bapa Tentara TMMD, dan jalan yang dulu berlumpur sekarang sudah bagus. Ini suatu berkah yang luar biasa kepada Kampung Sach. Untuk itu sekali terimakasih kepada Bapa Tentara yang telah membangun Kampung ini dengan cepat dan hasil sangat bagus,” tutup Laurent.

Selasa, 17 Januari 2017

FIJI : Kembalikan Papua kepada Indonesia

Papua_Http - Republik Kepulauan Fiji menyatakan bahwa posisi Fiji dalam persoalan Papua adalah mengakui Kedaulatan NKRI dan berkomitmen akan mengajak enam negara di Pasifik Selatan yang kemarin sempat menyerukan isu Papua untuk sepenuhnya mengembalikan persoalan tersebut kepada Pemerintah RI, Senin (16/1).

Fiji juga menegaskan bahwa tidak akan ikut campur dalam isu Papua. Bagi negara yang berada di kawasan Pasifik Selatan ini, persoalan tersebut merupakan urusan kedaulatan sebuah negara yang tak bisa diintervensi negara lain. Komitmen itu terjadi dalam pertemuan bilateral antara DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan Perdana Menteri Fiji, Josaia Voreqe Bainimarama. Pertemuan yang berlangsung tertutup itu dilakukan di sela acara Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) ke-25 di Nadi, Fiji.

Dalam pertemuan ini, Fadli didampingi Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf, Yoseph Umar Hadi dan Desy Ratnasari, Dwi Aroem Hadiatie dan Duta Besar Indonesia untuk Fiji, Gary Rachman Makmun Jusuf.

Beberapa waktu lalu, beberapa negara di kawasan Pasifik terang-terangan mengusik dan ikut campur urusan dalam negeri Indonesia. Ada enam negara yang menyerukan kebebasan bagi Papua Barat yakni Kepulauan Pasifik-Vanuatu, Solomon Island, Tonga, Nauru, Marshall Island dan Tuvalu. Mereka secara terang-terangan menyatakan keprihatinan tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua dalam Sidang Umum PBB.

Direncanakan Josaia dalam waktu dekat akan bertemu dengan perdana menteri dari negara Solomon Island dan meyakini bahwa salah satu isu yang akan dibawa perdana menteri Solomon Island adalah tentang Papua. Namun, Josaia telah berkomitmen bahwa apapun yang terjadi, Fiji ingin mengembalikan isu itu kepada pemerintah RI. Pemerintah Fiji menginginkan tidak ada campur tangan terhadap kedaulatan masing-masing negara.

“Jadi sikap dari pemerintah Fiji dalam persoalan Papua ini sangat baik dan mendukung pemerintah kita dan mendukung keutuhan wilayah dan integrasi negara Republik Indonesia. Ini yang saya kira harus kita jaga. Sehingga Fiji juga bisa menjadi komunikator bagi kita di negara-negara pasifik selatan,” ujar Fadli.

Selama ini sudah terjalin hubungan baik antara Kepulauan Fiji dan Pemerintah RI dalam berbagai bidang dan kerjasama bilateral. ( Sumber )

Teror Suntik Resahkan Warga Jayapura

PapuaHttp - Beberapa hari ini warga kota Jayapura mulai diresahkan dengan munculnya orang tak dikenal yang meneror pengendara motor perempuan dan menyuntikkan sesuatu di paha korban tersebut.
Kabar adanya pelaku tak dikenal dengan mencari mangsa korban yang selalu perempuan sampai saat ini belum ditangkap oleh aparat keamanan.
Kasus ini pada awalnya disangka sebuah “hoax” oleh masyarakat sekitar, namun dengan adanya informasi yang tersebar di jejaring sosial dan ternyata betul telah ada yang menjadi korban.
Seperti yang diceritakan oleh salah satu korban yang bernama Ferawaty (29) yang langsung berobat ke RS. Bhayangkara Jayapura karena dirinya cemas telah menjadi korban suntik ini.
Menurut laporan yang dibuat Ferawaty pada Mapolsek Abepura pekan kemarin, korban saat hendak pulang kerumahnya dengan mengendarai motor matic di BTN Skyline Kotaraja, Jumat (13/1) sekitar pukul 10.00 WIT, ada seorang pengendara motor yang tak dikenal menusuknya di bagian paha pada dirinya saat mulai mendekati pertigaan jalan memasuki rumahnya.
Fera mengaku baru memastikan bahwa ada jarum yang disuntikkan ke pahanya setelah merasa nyeri ketika berganti pakaian dan ada bekas luka. parahnya setelah itu dirinya merasa mual dan muntah-muntah. Berselang setengah jam kemudian Fera memeriksakan ke RS. Bhayangkara dengan ditemani oleh suaminya.
“Pelaku Laki-laki membawa motor sendiri dan pelaku menusukkan jarum pada paha istri saya saat memasuki jalur dekat rumah. Sempat mual dan muntah namun setelah diberi obat oleh RS. Bhayangkara sekarang sudah baikan”, Ujar suami korban saat menemani sang istri membuat laporan di Polsek Abepura (Sabtu, 14/1).
Saat mereka berdua berada di RS. Bhayangkara, menurut suami korban sang istri merupakan korban ke 3 dalam kejadian ini. Ia meminta agar Polisi segera menangkap pelaku karena telah membuat resah semua warga Jayapura.

“Ini sangat meresahkan, kita tidak tahu apakah jarum itu berisi virus mematikan atau racun lainnya yang dapat membunuh korbannya. Dan Polisi harus segera menangkap pelaku ini”, Jelas Suami Fera.
Sementara itu Kapolsek Abepura , Kompol Arnolis Korowa saat ditemui oleh tim PAPUANEWS.ID di kantornya juga menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami keterangan dari korban.
“Korban mengaku pelakunya menggunakan motor bebek dan sampai saat ini kami terus dalami kasus ini. Bagi pengendara motor lainnya juga harus selalu waspada saat berkendara”, Ujar Kapolsek. ( Sumber )

Antisipasi Teror Suntik Lari, Polisi Gencarkan Razia

PapuaHttp - Polda Papua memberikan perhatian serius terhadap pelaku teror suntik lari yang membuat cemas warga kota Jayapura dengan korban terakhir ialah seorang ibu rumah tangga yang di suntik pahanya saat sedang berkendara dengan motor pekan lalu.
Selain mengusut dan mendalami kasus suntik lari ini, Polda Papua juga meminta agar Polres Jayapura Kota agar mengintensifkan kegiatan razia dan sweeping kendaraan roda dua di wilayah hukumnya.
Menurut informasi yang beredar di masyarakat maupun di media sosial warga Jayapura menyebutkan sudah ada 5 orang yang menjadi korban kasus teror suntik lari tersebut dalam sepekan terakhir. Korban rata-rata wanita dan baru 1 korban yang melapor ke Mapolsek Abepura.
Seperti yang dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. A. M. Kamal mengatakan, Kapolda Papua sudah memerintahkan Kapolres Jayapura Kota dan jajarannya untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku teror yang sudah meresahkan warga kota Jayapura ini.
“Bapak Kapolda juga memerintahkan agar melakukan razia dan swiping guna menekan kejahatan atau gangguan Kamtibmas di Kota maupun Kabupaten Jayapura”, Jelas Kamal (Senin, 16/1).
Selain itu Menurut Kamal, Kapolda juga memerintahkan Kapolres Jayapura Kota dan Kapolres Jayapura agar melakukan koordinasi dengan Pemda atau pemilik ruko untuk memasang CCTV agar mempermudah melakukan penelusuran setiap kasus di Kota maupun Kabupaten Jayapura (Sumber)

 
Design by Muhai Tabuni | Bloggerized by Muhay Tabuni - Pemuda Papua Blogger Themes | Muda Merdeka Papua Indonesia management