widget

Sabtu, 05 April 2014

Pergesekan antara Kubu Separatis Papua

some where in Jayapura

Setelah berbincang dengan pakar pengamat gerakan politik dan senjata di Papua Arnold Kogoya yang juga merupakan salah satu Lulusan terbaik Universitas Cenderawasih. Kami mendapatkan satu lagi titik terang tentang keterkaitan dari rangkaian insiden maupun aksi provokasi yang dilancarkan oleh pihak pengacau keamanan baik yang bersenjata maupun politik.

Dari berbagai data yang berhasil kami dapatkan tentang rangkaian kejadian yang saling berkaitan satu sama lain, Arnold menyampaikan bahwa dirinya menjamin akhir-akhir ini perpecahan antar kubu separatis kian memuncak, hal ini pula dapat di simpulkan akan terjadi pergolakan dan gesekan oleh pemimpin-pemimpin GSP/B di Papua.

Setelah kemarin Kubu Elias Ayakeding memberikan statemen mengenai Pemilu, Keamanan dan keinginan tersembunyinya, tenyata benar saja apa yang kemarin sempat kawan saya Arnold sempat sampaikan bahwa tidak akan lama kubu lainnya akan memberikan penentangan terhadap Elias. "Iya, perang dingin ini sudah dimulai sejak lama  dan pagi tadi adalah imbas lainnya dari kubu Matias Wenda, bahkan berawal dari sikap Lambert Peukikir yang sudah mulai sadar diri bahwa dirinya salah dan masih banyak lagi fakta fakta yang tak kami jadikan konsumsi umum." jelas Arnold.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa Kemajuan Papua yang sangat pesat ini sangat mengganggu ketenangan mereka. buktinya setiap kita ingin memajukan dan membangun papua untuk lebih baik, mereka sering kali hadir sebagai pengacau keamanan dan mencegah semua usaha pemerintah. Dari situ sudah bisa kita analisa bahwa gerakan ini tak ingin Papua maju dan lebih baik, mereka tak menghendaki generasi muda Papua makin cerdas, karena apabila itu terjadi maka lankah-langkah politik dan provokasi mereka untuk terus membodohi rakyat Papua tak akan lagi berjalan. ini kan sudah jelas bahwa mereka ingin membutakan rakyat papua dari kemajuan? apakah itu yang mereka katakan Merdeka?

"tanpa harus saya jelaskan satu persatu tentang arti dari Merdeka itu sendiri, saya yakin anda bisa berpikir jernih tentang hal ini." kata-kata itulah yang menutup perbincangan saya dengan kawan lama saya tadi siang di salah satu cafe wilayah kota Jayapura, kata yang simpel tapi menggertak saya dan memaksa berpikir.

                                                                                                                                                 Red* Warobay

Kontak Tembak di Perbatasan Indonesia- Papua New Guinea


Ilustrasi
Jayapura, Kontak senjata antara anggota aparat keamanan dan kelompok sipil bersenjata (KSB) menyebabkan dua anggota terluka di perbatasan RI - Papua Nugini, Sabtu (5/4/2014) 09:15 WIT.

Dari pantauan redaksi kami di lapangan menjelaskan bahwa Kontak senjata antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata berawal dari aksi blokade jalan oleh kurang lebih 30 orang KBS menggunakan baju loreng kusut dan bersenjata sekitar jam 5:30 WIT dan mengibarkan bendera bintang kejora serta membakar bendera merah putih diujung batas RI-PNG sebelum titik zero.

Insiden tersebut menyebabkan 2 anggota aparat keamanan mengalami luka akibat terkena pecahan kaca saat berada di menara suar. Kedua anggota itu yakni Kapolres Kota Jayapura AKBP Alfred Papare terkena serpihan kaca dibagian lengan dan muka dilarikan ke RS. Bhayangkara, sedangkan Serma Tugino, anggota Kodim Jayapura terkena dibagian samping kepala atas telinga sebelah kanan, dan saat ini sudah ditangani secara intensif di RSMI Jayapura.

Dandim Jayapura Letkol Inf Wahyu kepada Redaksi kami mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan menerjunkan anggorta untuk turun kelapangan guna mengatasi insiden ini. Hingga berita ini diturunkan aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap KBS.


                                                                                                                                 (Red_M.Tabuni)

 
Design by Muhai Tabuni | Bloggerized by Muhay Tabuni - Pemuda Papua Blogger Themes | Muda Merdeka Papua Indonesia management