widget

Minggu, 23 Maret 2014

Papua Indonesia – PBB – Vanuatu dan Akal bulusnya

Vanuatu- Perdana Menteri Negara Kecil Nakal yang menjual isu politik tentang Papua di mata PBB hanya demi popularitas pribadi semata
Moana
 Negara kecil yang terbentuk dari 83 rangkaian pulau di Samudra Pasifik bagian selatan. Vanuatu terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. namun dua di antaranya — Matthew dan Hunter — diklaim oleh Kaledonia Baru. Sehingga sangat berkemungkinan jika perdana mentrinya menghalalkan segala cara demi mencari popularitas negara yang pernah dijuluki New Hebrides ini.


Setelah (Perserikatan Bangsa Bangsa) PBB mencap (Perdana Menteri) PM Vanuatu sebagai Pihak penjilat karena pernyataannya yang asal-asalan tentang Papua Selasa kemarin, 4 Maret 2014.
Sidang PBB Jenewa
 Begitupun dengan kondisi Negaranya saat ini yang sempat kacau balau karena kekonyolan Perdana menterinya ini, Gejolak politik yang terjadi di negara tetangga kita Vanuatu akibat gerakan mosi tidak percaya dari mayoritas anggota parlemen terhadap PM Vanuatu, Moana Carcasses Kalosil kabarnya sudah reda. Tetapi tidak ada yang bisa menjamin berapa lama situasi politik Vanuatu stabil. Karena selama lima tahun terakhir (sejak 2008) Vanuatu sudah sembilan kali berganti pemerintahan.


Parlemen Vanuatu pekan lalu  gagal menggelar sidang untuk memutuskan mosi tidak percaya kepada Carcasses karena sidang tidak memenuhi quorum.   Carcasses berhasil memboikot parlemen, padahal komposisi parlemen yang beranggotakan 52 orang itu, mayoritas diisi kelompok opisisi (27 anggota), sementara kelompok pendukung pemerintah (koalisi) 25 anggota. Langkah yang ditempuh Carcasses adalah menawarkan tiga kursi menteri kepada kelompok oposisi untuk menggantikan tiga anggota kabinetnya yang mengundurkan diri dan bergabung dalam gerakan mosi tidak percaya kepada Carcasses. Tawaran yang menggiurkan itulah yang kemudian memaksa parlemen menunda sidang pada  Kamis, (27/2/2014) dan Carcasses akhirnya lolos dari lubang jarum. http://www.islandsbusiness.com/news/vanuatu/4725/vanuatu-pm-convincing-opposition-against-motion-of/

Dari keterkaitan RAS yang mendominasi negara tersebut, maka Perdana menteri Vanuatu Moana Carcasses Katokai Kalosil memanfaatkan hal tersebut dengan sebanyak-banyaknya mencari dukungan dan mencari dukungan dan merebut hati Ras Melanesia yang tersebar di negara sekitarnya, termasuk juga yang sekarang gencar dia lakukan saat ini tentang tuduhan terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) :
dan banyak lagi..


            Namun yang terjadi adalah PM Vanuatu bahkan tak dianggap ada oleh anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) lainnya, hal ini di dasarkan dari kunjungan MSG ke Indonesia beberapa waktu lalu, Para menteri luar negeri dari Fiji, Papua New Guinea (PNG) dan Kepulauan Solomon, wakil dari Kanak dan Sosialis Front Pembebasan Nasional (FLNKS), dan wakil tinggi dari MSG mengunjungi Jakarta, Jayapura, Papua dan Ambon, Maluku, pada 12-15 Januari untuk bertemu dengan berbagai pejabat dan kepribadian di negara ini. Mereka berada di bawah naungan MSG, “tanpa salah satu anggotanya, Vanuatu, yang ditarik keluar pada menit terakhir”.

Kunjungan MSG ke Indonesia
Bahkan setelah mencermati dan mematau perkembangan di Papua dan Papua Barat. Kunjungannya sebagai bukti bahwa telah mengunjungi Papua dan memperoleh kesimpulan, TIDAK ADA PELANGGARAN HAM DI PAPUA, BAHKAN MSG MENDUKUNG INTEGRASI PAPUA DALAM NKRI. Oleh karena itu, pernyataan Juru Bicara WPNCL, Jonah Wenda sebenarnya hanya sebuah agitasi dan propaganda, bahwa OPM didukung oleh berbagai organisasi dan negara-negara Melanesia di kawasan Pasifik Selatan.


maka seperti yang di ketahui bersama bahwa negara-negara MSG selalu mendukung kedaulatan NKRI di kancah internasional dan dengan demikian dapat kita sipulkan bahwa Vanuatu adalah negara yang tersisih dari saudaranya karena ambisi politik ingin mendapatkan dukungan guna melawan kelompok oposisi di negaranya sendiri. *(Red.MT)

 
Design by Muhai Tabuni | Bloggerized by Muhay Tabuni - Pemuda Papua Blogger Themes | Muda Merdeka Papua Indonesia management