widget

Senin, 03 Februari 2014

Berita Bohong KNPB News


Pemberitaan KNPB News pada tanggal 30 Januari 2014 yang menyebut penembakan militer terhadap warga sipil tidak benar faktanya. Dalam tulisan itu menyebut pada tanggal 26 Januari 2014 pengepungan aparat keamanan dan aparat membakar Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Kampung Dondobaga, Distrik Mulia, Puncak Jaya kenyataanya gereja tersebut masih utuh sampai sekarang.

Intimidasi terhadap pendeta atau masyarakat juga tidak ada hanya terjadi pengecekan diluar gereja terhadap jemaat gereja setelah selesai ibadah dan hasilnya satu orang yang tidak dikenal warga setempat diamankan yang dicurigai sebagai simpatisan Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSP B) atas nama Oki Talenggeng kemudian dibawa ke Mapolres Puncak Jaya.


Kemudian pembohongan publik lagi dengan mengatakan pemukulan terhadap kepala desa Lurugwi Murib dan Gembala Jemaat atas nama Pamit Wonda padahal nama kepala desa disana adalah Lasarus Wanimbo yang ikut bersama aparat melakukan pengecekan terhadap warga dengan bersembunyinya Oki Talenggeng di gereja tersebut.
"Kelompok TPN-OPM tersebut berlari kabur setelah melakukan penembakan terhadap aparat TNI/Polri, ada yang melarikan ke ketinggian dan untuk Oki Talenggeng, yang diperkirakan membawa senjata bersembunyi di dalam gereja," ungkap Kapendam.


Masyarakat harus lebih jeli dalam membaca berita jangan sampai terprovokasi dengan berita yang tidak jelas dan silahkan konfirmasi kepada saudara atau kerabat disana atau bisa juga ke aparat setempat demi faktualnya berita yang kita terima. Demi kebenaran gunakan portal berita faktual dan terpercaya sebagai acuan berita kita.


Gerakan Separatis Papua adalah Jamur yang harus segera di sembuhkan

Sudah banyak aksi yang di lakukan oleh kelompok Separatis Papua yang pada akhirnya juga merusak dan merugikan aset dan kekayaan Papua. Sudah menjadi rahasia umum adanya campur tangan pihak asing dan orang-orang asli Papua yang tak bertanggung jawab dengan menjadikan Papua sebagai tumbal demi kekayaan sesaat. bukan hanya itu saja, namun juga tidak sedikit dari saudara-saudara di Papua menjadi korban Provokasi oleh para separatis politik.

Seperti yang telah dilansir oleh Kodam XVII/Cenderawasih terkait kasus penangkapan kelompok GSP/B, bahwa : di sungai Semboi Tim Patroli gabungan TNI-POLRI mendapat gangguan tembakan dan selanjutnya terjadi kontak tembak yang menyebabkan kelompok GSP/B mundur ke arah Pantai. Setelah keadaan dapat dikuasai oleh Tim Patroli gabungan TNI-POLRI selanjutnya Patroli gabungan melakukan penyisiran dan ditemukan Gapura bertuliskan “ Anda memasuki Zona Merah “, serta satu buah bendera Bintang Kejora. Setelah sampai di kawasan KP Sasawa melakukan penyisiran di tepi pantai dengan menggunakan Speed boat tiba-tiba mendapat gangguan tembakan kembali dari kelompok GSP/B dan terjadi kontak tembak yang mengakibatkan Praka Nur Hasim anggota Kodim 1709/YW luka ringan (lecet/goresan dipinggang kanan bagian belakang) dan Aipda Robert anggota Polres Yapen luka tembak dipaha kanan luar serta satu orang masyarakat sopir Speed Boat luka lecet. Setelah kontak tembak kelompok GSP/B melarikan diri selanjutnya Tim Patroli gabungan TNI-POLRI melaksanakan pembersihan. Dari hasil pembersihan Patroli gabungan TNI-POLRI didapatkan hasil 1 Orang anggota GSP/B tewas ditempat atas nama Yohasua Arampayai serta senjata rakitan Laras Panjang 15 Pucuk, Pistol rakitan 3 Pucuk beserta puluhan munisi senjata, bendera Bintang Kejora 2 lembar, pakaian Loreng 22 buah, Dukumen kegiatan Konsolidasi, Struktur TNP/B dan Konferensi I standarisasi Pertahanan Nasional serta 10 (sepuluh) orang anggota GSP/B ditangkap dan diamankan dibawa ke Polres Kepulauan Yapen untuk menjalani pemeriksaan.

Hal ini akan menjadi jamur bagi negeri ini jika terus dibiarkan maka akan menggerus tunas bangsa asal Papua yang seharusnya menjadi kebanggaan Bangsa yang besar ini.

 
Design by Muhai Tabuni | Bloggerized by Muhay Tabuni - Pemuda Papua Blogger Themes | Muda Merdeka Papua Indonesia management