widget

Selasa, 17 Desember 2013

BUKTI NYATA YANG TAK MUNGKIN BISA DI BANTAH

sumber foto : ABC Australia
Danny Kogoya meninggal karena kecerobohannya sendiri,. diketahui dari kesehariannya yang jauh dari kata hidup sehat serta kebiasaan buruknya yang senantiasa mengkonsumsi alkohol (miras) serta kurang menjaga kebersihan yang akhirnya berbuntut kematiannya sendiri,. sempat dilansir di media online tentang kematian Tokoh OPM tersebut yang dinilai sebagai kesalahan aparat dan pemerintah dengan berbagai propaganda dan manipulasi fakta yang sempat bergentayangan di internet tak menyurutkan niat kami untuk selalu mencari fakta demi kebenaran dan keadilan yang sesungguh-sungguhnya di PAPUA.

Tadi pagi saya mendapatkan dokumen AKTA KEMATIAN resmi dari "Papua New Guinea". ternyata didapatkan data aktual penyebab kematian Danny Kogoya tersebut yang lebih disebabkan oleh Kecerobohannya sendiri, dalam surat kematian itu dijelaskan bahwa Danny Kogoya mengalami LIVER KRONIS. Hal ini di kemukakan oleh Medic Center setempat setelah melakukan Autopsi terhadap Jasad Alm. Danny Kogoya.
surat resmi MEDICAL CENTER of PNG

Bukti diatas sekaligus mematahkan pernyataan dari media-media tak bermutu yang menyalahkan pihak lain dan mengkait-kaitkan dengan masalah yang jelas-jelas tak ada hubungannya.

Terkait Penangkapan oleh polisi itu karena yang bersangkutan di curigai sebagai otak penembakan di Jalur Nafri dan Pantai Base-G Jayapura. dalam proses penangkapan Danny Kogoya berusaha menghindar dari polisi sehingga kakinya di terjang timah panas dan mengalami pembengkakan saat perawatan di rumah sakit yang kemudian terpaksa diamputasi. selama proses penyelidikan lebih lanjut, Danny Kogoya di tahan di bebaskan sementara menunggu Perpanjangan masa tahanan dan  Putusan lebih lanjut dengan keadaan Kaki kanan sudah diamputasi. namun Danny Kogoya dengan bantuan rekannya melarikan diri ke Papua New Guinea demi menghindar dari putusan hakim.

Sampai dengan berita kematian Danny Kogoya terbit, Kelompok Politik Separatis selalu Memutar balikkan fakta yang terjadi di lapangan untuk menarik perhatian publik dan Internasional.

Sekarang Apalagi yang akan kamu Kicaukan??? INDONESIA MASIH ADA DALAM RAGAKU MERAH DARAHKU PUTIH TULANGKU, PAPUA TANAHKU.

Published by : Muhai Tabuni for Indonesia

Senin, 16 Desember 2013

Rakyat Papua Kembali di Bodohi KNPB




Masyarakat Papua telah kesekiankalinya diberikan iming-iming oleh segelintir orang seperti Benny Wenda di luar negeri atau Komite Nasional Papua Barat, biasa disebut KNPB yang selalu mengatakan bahwa Papua akan merdeka dalam waktu dekat, namun hingga saat ini jauh dari kenyataan, bahkan sangat merugikan yang menyita waktu dan tenaga masyarakat dan generasi muda dalam membangun Papua.

Jika beberapa waktu lalu dilakukan peresmian Kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford, London, maka giliran bulan depan, tepatnya tanggal 15 Agustus 2013 mendatang, akan diresmikan Kantor OPM di Negara Kerajaan Belanda. Padahal kita semua tahu bahwa Dubes Inggris untuk Indonesia Mark Canning, mengatakan Pemerintah Inggris menegaskan kembali sikapnya yang tidak mendukung kemerdekaan provinsi Papua dan Papua Barat.

Negeri Ratu Elizabeth pun mengomentari kehadiran Dewan Kota Oxford tempat kantor perwakilan OPM. “Mengenai kehadiran anggota Dewan Kota Oxford dalam pembukaan perwakilan itu, Pemerintah Inggris menegaskan pula bahwa Dewan Kota Oxford tidak mempengaruhi kebijakan politik luar negeri Inggris dan memandang bahwa keputusan untuk membuka kantor dimaksud sepenuhnya adalah keputusan Dewan kota Oxford,” jelasnya.

Sementara terkait rencana pendirian kantor OPM di Belanda, Juru Bicara (Jubir) Komite Nasional Papua Barat(KNPB) Wim Rocky Medlama, pemerintah Belanda dan para diplomat yang berada di luar negeri atau di Negara yang pernah menjajah pemerintah Republik Indonesia (RI) ini, mereka telah mendorong pendirian kantor OPM tersebut. Namun ketika dikonfirmasi, Medlama tidak bisa menjelaskan secara detail, siapa yang mendukung pembukaan kantor tersebut, apakah Pemerintah Belanda atau hanya segelintir orang saja yang notabene juga hanya sebuah LSM tidak mewakili sebuah pemerintahan. Hal tersebut membuat pertanyaan bagi masyarakat Papua apa betul Belanda mendukung, atau hanya tipu-tipu saja, mengingat setiap agenda KNPB hanya merupakan agenda provokasi saja, tidak pernah terwujud dan selalu jauh dari kenyataan.

Selain itu Medlama mengakui, kunjungan Duta Besar Belanda ke Papua tetap menyatakan bahwa mendukung Papua tetap dalam NKRI, namun kembali Wim tidak kesatria dan memutarbalikan fakta bahwa itu merupakan trik politik yang sedang dimainkan oleh setiap negara. Padahal secara tersirat Pemerintah Belanda tidak setuju dengan Perjuangan Papua merdeka, meskipun ada rencana pembukaan kantor OPM di Beelanda.

Belanda walaupun melalui Dubes mengatakan demikian, namun Wim yakin bahwa Negara yang merupakan ayah dari rakyat West Papua itu akan tetap meresmikan kantor OPM di Negara itu. Tetapi anggapan Wim tersebut sebenarnya dapat terbantah dengan pernyataan mantan tokoh besar OPM yang telah sadar dan kembali ke NKRI Nicholas Jouwe bahwa awal perjuangan Papua Merdeka yang ia lakukan merupakan konsep dari Belanda yang seolah-olah akan mendirikan negara sendiri. “Belanda menyuruh saya untuk membuat bendera, lambang negara, lagu kebangsaan dan menyiapkan dokumen-dokumen untuk persiapan berdirinya sebuah negara. Setelah semua itu saya siapkan ternyata tidak ada satu negarapun yang mendukung perjuangan saya, justru semua negara tetap menyatakan bahwa Irian Barat bagian dari wilayah Indonesia”.

Beberapa tokoh masyarakat Papua juga telah memberikan warning, salah satunya Frans Rumbobiar yang mengatakan “hati-hati terhadap aksi tipu KNPB atau siapapun yang seolah-olah memperjuangkan rakyat Papua untuk merdeka, namun sebenarnya mereka mementingkan diri sendiri dan merugikan masyarakat Papua yang sedang semangat membangun Papua”.

SEPARATIS PAPUA MULAI PECAH DAN SALING MENEKAN SATU SAMA LAIN

ilustrasi

Kemajuan pembangunan dan teknologi Papua kian Pesat dan memberikan wajah baru bagi Papua, terbukti dengan banyaknya media sosial dan alat komunikasi canggih tersebar di Papua, hal ini menunjukkan bahwa pembangunan Papua sudah berjalan dengan baik, tinggal bagaimana kita menyaring mana yang baik dan mana yang berdampak negatif.

Seiring dengan itu semua, masih ada Kelompok ataupun golongan yang memanfaatkan situasi ini dengan membuat adu domba dan manipulasi data, serta tameng untuk menyelamatkan diri. Seperti yang telah dilakukan kelompok separatis baru-baru ini, mereka memalsukan surat instansi resmi negara untuk menjadikan tameng dari serangan kelompok separatis lainnya.

Informasi tentang Pecahnya Kelompok separatis Papua ini membuat sebagian kelompok menjadi resah, sehingga memberikan pukulan batin dan menyebabkan banyak Pentolan OPM kembali ke pangkuan NKRI. Adapun mantan petinggi OPM seperti Nicholas Jouwe, Engga Kiwo, Nick Messet dan yang lain telah menyatakan diri untuk kembali ke Pangkuan ibu pertiwi, namun setelah ditelisik ternyata bagi mereka begitu berat perjuangan untuk kembali ke NKRI, mereka mendapat banyak tantangan seperti  kecaman bahkan ancaman yang di terima dari kelompok separatis lainnya.

Hal ini memicu keresahan dan ketakutan beberapa anggota separatis yang ingin kembali ke NKRI terutama dengan adanya Surat palsu yang seakan-akan diterbitkan Instansi Keamanan setempat dengan dalih jaminan keamanan agar tidak ada upaya ancaman keamanan oleh kelompok lain. Namun ada tangan tangan yang tidak bertanggung jawab yang memanipulasi fakta yang terjadi dengan tema berita yang berbeda.

Miris memang,.. tapi itulah yang terjadi di Papua.. Saudara kita yang seharusnya menginginkan Kembali menggenggam dan mencium sang merah putih, terhalang oleh ancaman dan propaganda separatis lainnya.. Selama ini mereka meneriakkan Kebebasan untuk memilih, namun mereka juga mengharuskan untuk tetap di jalan yang salah. Semoga Papua selalu dalam lindungan Tuhan.

Minggu, 15 Desember 2013

Sejarah Hari Juang Kartika

Hari Juang Kartika diinspirasikan dari perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang bertugas dan bertanggung jawab atas keamanan masyarakat Indonesia dan menjaga kehormatan Negara NKRI.

Konon sebagai dampak kekalahan dalam Perang Dunia II, Jepang menyerahkan negara jajahannya termasuk Indonesia kepada Sekutu. Tentara sekutu masuk Semarang tanggal 20 Oktober 1945 dipimpin Jenderal Bethel dengan misi utama Sbb :


1. Melucuti senjata pasukan Jepang.
2. Membebaskan tentara sekutu yang ditahan Jepang selama PD II
3. Menjaga keamanan dan kententraman dengan tidak mengganggu kedaulatan RI.

Pada kenyataanya, sekutu yang diboncengi Belanda, bertindak arogan dan berupaya menancapkan kembali kolonialisme di Indonesia. Hal itulah yang menyulut kemarahan Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Ambarawa dan sekitarnya. Insiden Air di Ambarawa, penyerangan sekutu terhadap markas-markas TKR, penyiksaan dan pembunuhan terhadap rakyat memunculkan semangat nasionalisme dan patriotisme seluruh rakyat Indonesia untuk mengusir sekutu di Bumi Ambarawa.

Kolonel Sudirman sebagai Komandan Divisi V turun ke medan laga Ambarawa memimpin pertempuran pada tanggal 11 Desember 1945, Kolonel Sudirman memanggil seluruh Komandan Sektor TKR maupun kelaskaran untuk membahas rencana serangan umum dengan menghasilkan keputusan :

1. Siasat yang digunakan dalam perang Ambarawa yaitu, cepat, cerdik, serentak di segala sektor pada jam dan detik yang sama.

2. Serangan dimulai pukul 04.30 pada tanggal 12 Desember 1945.

3. Taktik dan strategi yang digunakan adalah “Supit Urang”

Dalam penerapannya, taktik “Supit Urang” adalah gerakan pendobrakan oleh pasukan pemukul dari arah Selatan dan Barat ke arah Timur menujun Semarang. Gerakan tersebut diikuti dengan gerakan penjepitan dari lambung kanan dan kiri sebagaimana halnya seekor udang menjepit mangsanya, untuk selanjutnya supit bertemu di bagian luar Ambarawa ke arah Semarang. Pasukan yang dikerahkan dalam pertempuran Ambarawa adalah Sbb :
Resimen Kedu Tengah. Dipimpin oleh Letkol M. Sarbini beranggotakan 3 pasukan Batalyon yang masing-masing dipimpin oleh Mayor Suryo Sumpeno, Mayor Kusen dan Mayor A. Yani.
Divisi V Purwokarto terdiri dari pasukan Batalyon 1 Resimen II Cilacap dipimpin Mayor Sugeng Tirtosewoyo; Batalyon 2 Resimen II Sumpyuh dipimpin Mayor Imam; Batalyon 1 Resimen I Purwokerto dipimpin Mayor Androgi; Batalyon 4 Resimen 1 Banyumas dipimpin Mayor Taram; Batalyon 4 Resimen 1 Kmanjen dipimpin Mayor Wasis; Batalyon 2 Resimen Purwokerto dipimpin Mayor Dirman.
Divisi IX Yogyakarta terdiri dari Batalyon 10 dipimpin Mayor Suharto; Batalyon 8 dipimpin Mayor Sarjono; Batalyon 20 dipimpin Mayor Pranoto Reksosamodra; Batalyon 24 dipimpin Mayor Ismullah; Batalyon 17 dipimpin Ngatijo.
Divisi X Surakarta dipimpin Letkol Sunarto Kusumodiharjo dan Letkol Suadi Suromiharjo.
Divisi IV Salatiga terdiri dari; Batalyon 1 Salatiga dipimpin Mayor Sutarto; Batalyon 2 Kopeng dipimpin Mayor Ashari; Batalyon 3 Ambarawa dipimpin Mayor Sumarto; Batalyon 4 Ungaran dipimpin Mayor Wahyu Rochadi.
Diperkuat pula oleh yang tergabung dalam Badan-Badan kelaskaran yaitu Tentara Rakyat Mataram (TRM), Barisan Macan, Laskar Rakyat, BPRI dan Angkatan Muda Republik Indonesia.

Penyerangan dadakan yang dilakukan TKR dibantu segenap komponen rakyat Indonesia mengakibatkan sekutu kalang kabut, pertempuran Ambarawa yang berlangsung dari tanggal 12 sampai 15 Desember 1945 berhasil memukul mundur sekutu dari Ambarawa.

Heroisme yang ditunjukkan TNI AD (TKR saat itu) dengan seluruh unsurnya dengan senjata dan peralatan seadanya didukung rakyat melalui Tata Yudha Semi Modern dan Taktik Supit Urang berhasil secara gilang gemilang mengusir sekutu dari Bumi Indonesia.

 
Design by Muhai Tabuni | Bloggerized by Muhay Tabuni - Pemuda Papua Blogger Themes | Muda Merdeka Papua Indonesia management