Satukan Indonesia dari sini
Dedikasi lagu hasil karya pemuda Papua yang menggambarkan kekayaan alam dan kekuatan persatuan Nusantara meski beragam budaya. "Satukan Indonesia dalam Cinta" itulah pesan yang begitu kuat yang disampaikan oleh lagu milik Pay - Papua Dalam Cinta (feat. Soa Soa)
Mari Cerdaskan generasi muda Papua Indonesia
Indonesia merupakan satu kesatuan dari berbagai rangkaian pulau serta ragam budaya yang membuatnya sangat istimewa, tidak ada diskriminasi atau pembedaan untuk seluruh rakyatnya terutama dalam bidang pendidikan yang menjadi salah satu aspek utama untuk mencerdaskan kahidupan bangsa
Masyarakat Papua Kembali dibodohi KNPB
Masyarakat Papua telah kesekiankalinya diberikan iming-iming oleh segelintir orang seperti Benny Wenda di luar negeri atau Komite Nasional Papua Barat, biasa disebut KNPB yang selalu mengatakan bahwa Papua akan merdeka dalam waktu dekat, namun hingga saat ini jauh dari kenyataan
Indonesia ini Indonesia milik kita
Siapa lagi yang akan menjaganya kalau bukan kita sendiri.. siapa lagi yang rela untuk memberikan semuanya untuk negeri ini jika bukan seorang pahlawan sejati. dan kitalah pahlawan-pahlawan itu yang akan senantiasa menjaga kedaulatan tanah ini
Muda Merdeka Papua Indonesia
Kobarkan semangatmu.. Bulatkan tekadmu.. tunjukkan kreasimu.. engkaulah 'Pemuda' harapan Bangsa, engkaulah bara api yang siap membakar dan membumi hanguskan mereka para pengusik Nusantara raya.. Engkaulah Cakar yang siap menerkam.. mencengkram.. dan Melumatkan para pembelot di halaman kita.. di Papua Indonesia.
Minggu, 03 November 2013
Papua in Love
Senin, 28 Oktober 2013
Kobaran Semangat Pemuda Papua Memperingati hari Sumpah Pemuda
Kobaran Semangat Pemuda Papua Memperingati hari Sumpah Pemuda 1928
![]() |
| Pembentangan Bendera merah Putih Sepanjang 1Km |
![]() |
| Ziarah di Makam Aitai Karubaba |
Wakil Papua dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928
-Aitai Karubaba dan Poreu Ohee, Pemuda Papua yang Hadir Dalam Sumpah Pemuda
- Abner Ohee dan Orpa Pallo ikut dalam Kongres Pemuda II tahun 1928
![]() |
| Ramses Ohee, anak dari Abner Ohee & Orpa Pallo |
![]() |
| Ramses Ohee, Seorang Ondoafi dari Waena, Papua |
Itulah yang antara lain dilakukan oleh Ramses Ohee, Seorang Ondoafi dari Waena, Papua, pelaku sejarah Pepera 1969 yang juga adalah Ketua Barisan Merah Putih.
Sehubungan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, Ketua adat Tobati-Enggros ini meminta kepada para pemuda di Indonesia, khususnya di Tanah Papua untuk tidak lagi berdebat soal Sumpah Pemuda. Kepada para pemuda Papua ia menghimbau untuk menyudahi semua tindakan-tindakan yang menciderai kemerdekaan bangsa ini. Pemuda Papua sebaiknya bersatu padu membangun negeri dan rakyatnya menuju kemandirian dan kesejahteraan hidup.
Tindakan-tindakan yang menciderai kemerdekaan bangsa yang dimaksudkannya antara lain melaui aksi-aksi jalanan pada pemuda Papua yang tergabung dalam faksi-faksi pendukung Papua merdeka yang menuntut referendum ulang, termasuk aksi nekat mendirikan negara federasi Papua Barat pada 19 Oktober setahun silam oleh kelompok Dewan Adat Papua (DAP). Dalam pandangannya, mendirikan negara federasi Papua Barat selain bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan prinsip-prinsip NKRI, juga hanyalah sebuah khayalan yang tidak akan pernah terwujud.
“Negara Federasi Papua Barat sebagai KRP III hanya mainan sekelompok elite Dewan Adat Papua. Dan itu jelas khayalan. Serta tidak disetujui mayoritas masyarakat adat Papua dan Papua Barat,” tegas Ramses Ohee.
Semangat Sumpah Pemuda di Bumi Cendrawasih
Semangat Sumpah Pemuda di Bumi Cendrawasih
Pembangunan Monumen Pemuda di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, yang di motori Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia ( DPP KNPI) dalam rangka memperingati sumpah Pemuda perlu kita apresiasi. Organisasi Pemuda yang di komandoi Taufan Eko Nuhroho ini, menunjukan bagaimana nasionalisme dan komitmen Pemuda Papua mengawal semangat pembangunan Pemuda di Papua. Soempah Pemoeda, yang berbunyi
- Kami Poetra Dan Poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Air Indonesia.
- Kami Poetra Dan Poetri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
- Kami Poetra Dan Poetri Indonesia Mengjoenjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia
Pembangunan Tugu Pemuda di Papua ini dapat menjadi bukti bagaimana Pemuda Indonesia dari 34 Provinsi se-Indonesia dapat bergandengan tangan bersama dalam membangun Indonesia yang kita cintai. Pembangunan tugu dengan menggunakan bahan yang dicampur tanah dan air dari 34 Provinsi di Indonesia. Tanah dan air ini bukti kebersamaan antar pemuda se-Indonesia dalam semangat Nasionalisme mengawal pembangunan Indonesia yang bersih, santun dan ber etika tanpa korupsi.
Dalam memperingati sumpah pemuda, khususnya di Papua, semua pihak khususnya para Pemuda Papua harus bersama-sama bersatu padu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, dengan meningkatkan pendidikan pemuda Papua sehingga dapat bersama-sama untuk memajukan Papua. Papua telah mengalami kemajuan di berbagai bidang, dengan adanya pemberlakuan daerah otonomi khusus (otsus) untuk Papua, berbagai kemajuan telah terjadi di Papua khususnya di bidang pendidikan. Sudah banyak pemuda Papua yang mengenyam pendidikan di luar Papua, kita berharaf kaum Muda Papua dapat kembali ke papua setelah selesai menuntaskan pendidikannya untuk membangun Papua.
Jumat, 25 Oktober 2013
Eksotisme Pemandangan "The Lost World" Ada Di Papua
Eksotisme Pemandangan "The Lost World" Ada Di Papua
Para ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah menemukan 'dunia yang hilang' dimana beberapa spesies hewan yang belum ditemukan terdapat di sana termasuk diantaranya adalah katak dan tikus raksasa dengan ukuran tubuh sebesar kucing. Ekspedisi yang dilakukan oleh BBC menjelajahi kawah raksasa sebuah gunung berapi yang terletak di dataran tinggi Papua untuk membuat film dokumenter Lost Land of the Volcano.
Didampingi oleh ahli biologi pertama yang pernah menginjakkan kaki di kawah, tim peneliti itu memfilmkan labah-labah aneh, ulat raksasa dan kanguru yang hidup di pohon. Sementara itu tikus yang berada di pulau itu panjangnya mencapai 81cm dari hidung ke ekor dan beratnya mencapai 1,3kg.
Kawah Gunung Bosawi dengan kedalaman beberapa meter hampir-hampir tak pernah tersentuh oleh tangan manusia semenjak meletus 200,000 tahun silam. Tim peneliti yang termasuk diantaranya berasal dari London Zoo dan Oxford University diperkirakan adalah orang-orang pertama yang memasuki kawah tersebut.
Pemimpin ekspedisi, Dr George McGavin mengatakan, "Ini luar biasa mengejutkan. Sudah waktunya kita menurunkan tangan dan memutuskan habitat ini layak diselamatkan." Di kawah tersebut mereka menemukan 40 spesies baru diantaranya 16 spesies katak, satu spesies tokek, 3 spesies ikan, 20 spesies serangga dan labah-labah dan satu spesies kelelawar.
#Exotic_of_Papua


Minggu, November 03, 2013
Unknown















