widget

Selasa, 24 November 2015

PT.Freeport wewenang siapa ?

Jayapura-Sudah beberapa pekan terakhir media dihiasi berita kemelut PT. Freeport Indonesia (PTFI) yang berada di Timika Papua. Tak sedikit pula buah pikiran yang disumbangkan untuk memecahkan masalah ini, terkait Ijin Kontrak yang sudah melebihi batas serta adanya upaya perpanjangan melalui lobby-lobby dari pihak PTFI sendiri memicu timbulnya pro dan kontra yang bersifat kompleks. Baik dari ranah politik dan keamanan hingga kesenjangan sosial bagi sebagian daerah di Indonesia.

Hal ini juga menjadi sasaran empuk bagi oknum yang menginginkan kericuhan di beberapa wilayah, Seperti pernyataan Viktor Yeimo (Tokoh KNPB) yang memanfaatkan situasi saat ini dikaitkan dengan PTFI. Dalam Undang-undang sendiri sudah diatur tentang pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan Mineral bahwa pemerintah memiliki kuasa dalam pengelolaannya guna memenuhi mebutuhan ekonomi dan pembangunan. Sudah barang tentu ada tim atau badan yang membidangi pengawasan & kontrol akan hal ini.

Merujuk pada situasi di Papua sendiri telah lama aksi-aksi negatif terjadi di berbagai titik, aksi-aksi ini kebanyakan dimotori oleh gerakan yang menamakan dirinya KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dengan ketua umumnya Viktor Yeimo (VY). Di wilyah Jayapura-Sentani dan sekitarnya, VY dikenal sebagai tokoh Kriminal baik itu dari sisi poitik dan Aksi anarkis. Beberapa waktu yang lalu VY dilaporkan warga atas perbuatan percobaan asusila dan penculikan di wilayah Sentani-Papua.

Menurut pengamat sosial Wilayah Papua Agus Ohee yang kami hubungi via telepon mengatakan bahwa "Papua itu tidak usah lagi dikait-kaitkan dengan Referendum dan Merdeka, sebab Papua ini sedah Merdeka sejak lama dan itu sudah menjadi keputusan mutlak Pemerintah dan para leluhur kita sebagai Orang Asli Papua (OAP). jika kita bandingkan Papua dulu dan sekarang itu ibarat langit dan bumi. sudah banyak kemajuan, Pembangunan dan Kebijakan yang diberikan Pemerintah untuk Papua. kalau ada orang yang mau Provokasi mengatasnamakan Papua, suruh dia mati dulu dan minta ijin pada leluhur yang turut berjuang memerdekakan Papua dalam Indonesia" tegasnya.

Beberapa saat yang lalu pula sempat ada tuntutan dari KNPB kepada Pemerintah agar memberikan ijin Wartawan Asing untuk masuk dan meliput kondisi di Papua tentang kondisi saat ini. Mereka Kaget dan memberikan apresiasi luarbiasa atas kemajuan dan modernisasi yang berkembang pesat di Papua. Sebenarnya dari awal juga tidak ada larangan bagi Warga Negara Asing (WNA) untuk masuk dan berkunjung ke Indonesia selama mematuhi aturan yang berlaku. Pada intinya tidak ada alasan untuk mengkait-kaitkan masalah PTFI yang sedang terjadi dengan Referendum.
(Red.MT)

Senin, 07 September 2015

Akhir dari Popularitas Viktor Yeimo (Ketua KNPB)


Babak baru dari Kasus penculikan anak perempuan yang dilakukan oleh Viktor Yeimo (VY) /Ketua Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang terjadi beberapa waktu yang lalu 28/8/2015 berbuntut pada fase yang semakin rumit. Selain harus memenuhi tuntutan dari ibu korban untuk membayar denda sebesar Rp. 25.000.000,- dalam waktu 2 minggu atau batas waktu sampai dengan tanggal 10 September 2015.

Disamping itu VY juga mendapat gunjingan dari berbagai pihak atas kejadian tersebut, terutama dari simpatisan KNPB yang sebelumnya menganggap VY adalah sosok pemimpin bertanggung jawab dan memiliki karakter yang tepat. Namun semua itu menjadi Boomerang bagi VY sehingga meruntuhkan kepercayaan serta dukungan dari simpatisannya. Seperti yang di kemukakan salah satu anggota kelompok KNPB yang kami temui di salah satu tempat daerah Abepura - Papua beberapa saat yang lalu, Ia mengemukakan bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Apapun yang terjadi Ketua KNPB harus diganti secepatnya, jangan biarkan orang yang memiliki watak dan prilaku buruk tak beretika menjadi Ketua KNPB. Ini bukan Komite biasa, kami semua berjuang, jangan sampai perjuangan ini rusak hanya gara-gara ketuanya sering bertindak ceroboh, Tegasnya"

Bob Kobogau (anggota KNPB)
Sementara itu di tempat yang berbeda kami juga sempat menemui ibu Anita Kanelak selaku keluarga korban. Beliau menyampaikan bahwa VY belum membayar sepeserpun dari tuntutan yang kami layangkan bersama surat pernyataan kemarin. Saya minta kepada bapak polisi untuk mendampingi kami agar VY tidak macam-macam. Masalah alasan VY yang berdalih membawa anak saya karena sama-sama suka, saya selaku keluarga sekaligus ibu kandungnya tetap tidak terima bagaimanapun caranya. Kita orang Papua punya adat dan harga diri, Jangan karena dia punya kekayaan dan kuasa bisa seenaknya terhadap keluarga kami. Kami akan tuntut jalannya proses hukum ini meskipun sampai di pengadilan. (red.MT)

Jumat, 28 Agustus 2015

KETUA KNPB (VICTOR YEIMO) MENCULIK ANAK PEREMPUAN

Jayapura- 28 Agustus 2015, Bandar Udara Sentani pukul 7.00 waktu setempat, dihebohkan oleh kerumunan warga di Mapolsek KP3 Bandara Sentani. Setelah tim redaksi kami menanyakan kepada salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya menjelaskan bahwa seorang perempuan bernama Ibu Anita Kanelak (46Th) mengadukan laporan bahwa Victor Yeimo (Ketua KNPB Pusat) yang telah membawa lari anak perempuannya. Sungguh perbuatan yang tak memiliki etika dan norma imbuhnya"

Sementara keterangan yang kami dapat dari pihak KP3 Bandara sentani menyebutkan bahwa kronologi kejadian berawal saat putri dari Ibu Anita Kanelak yang akan berangkat menuju Membramo dibawa lari oleh Victor Yeimo. Pihak KP3 kemudian melaksanakan pertemuan antara Victor Yeimo dengan pihak Ibu Anita Kanelak di kantor KP3 Bandra Sentani untuk menyelesaikan masalah ini.

Hasil dari pertemuan tersebut masih di tangguhkan oleh pihak keluarga Ibu Anita Kanelak karena cara yang dilakukan oleh Sdr. Victor Yeimo tidak sesuai dengan norma dan aturan. Kedua belah pihak akan menyelesaikan masalah tersebut secara adat dan kekeluargaan. Kami hanya sebagai mediasi saja karena itu adalah tugas kami Pungkasnya"

Dari kejadian tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa seorang Victor Yeimo yang di agung-agungkan sebagai Ketua KNPB Pusat adalah seorang yang tak bermoral dan tak pantas menjadi panutan sebagai pemimpin. Faktanya kenapa pada saat pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak KP3 tidak dihadirkan pula anak dari Ibu Anita? 2 kemungkinan, antara memang benar2 diculik atau ada modus lainnya. Red(MT)

Kamis, 06 Agustus 2015

WARNA-WARNI AGUSTUS DI PAPUA

Papua_http, Sebagai bagian wilayah Republik Indonesia (RI) tentunya telah menjadi kewajiban bagi Provinsi terbesar di Indonesia ini turut merayakan peringatan hari kemerdekaan yang beberapa hari lagi akan kita jelang. Sudah barang tentu segala sesuatunya telah dipersiapkan oleh pemerintah daerah setempat beserta berbagai instansi lainnya bahkan seluruh lapisan masyarakat Provinsi Papua dan Papua Barat.

Di usia yang ke-70 ini berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk menyambut HUT RI (Hari Ulang Tahun Republik Indonesia) kali ini. mulai dari hal yang kecil seperti pengecatan kembali fasilitas umum baik di kawasan kota, pinggiran dan pedalaman, Lomba-lomba, hingga pelaksanaan Upacara 17 Agustus nanti. Salah satu contoh kegiatan yang saat ini sedang dilaksanakan di kawasan Jayapura adalah Festival Teluk Humbold 2015 yang berletak di kawasan Hamadi, Jayapura Selatan. Pada perayaan tersebut tersaji berbagai macam jenis kesenian dan budaya khas daerah setempat dan sekitar seperti tarian, makanan dan cinderamata yang merupakan icon dan warisan budaya.

FTH 2015
Pagelaran Festival tersebut dimaksudkan untuk menggaungkan Kebudayaan Papua di kancah Nasional maupun Internasional sebagai bentuk kepedulian terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Tidak hanya berhenti disitu saja, Event besar lainnya yang akan dilaksanakan adalah "Colour Run" yang akan digelar beberapa hari kedepan.

Colour Run

Kegiatan ini menyedot antusias muda-mudi di kawasan Jayapura dan sekitarnya serta memperkuat animo masyarakat untuk senantiasa berolahraga dan menjaga pola hidup sehat.

Namun dari semua rangkaian kegiatan yang direncanakan, ada salah satu kegiatan Spektakuler yang disiapkan khusus untuk menyambut Hari Kemerdekaan tahun ini, yaitu Penancapan dan Pengibaran Sang Saka Merah Putih di Puncak Cartensz yang akan dilakukan dua kali. Kegiatan pertama akan digelar pada 11 Agustus 2015 dan kedua pada 17 Agustus 2015.

Carstensz Pyramid
 Dari seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam menyambut Hari Kemerdekaan tahun ini menunjukkan bahwa kecintaan Papua serta jiwa nasionalisme terhadap bangsa ini sangatlah besar dan tak usah diragukan lagi ini akan menjadi momentum yang akan mengantarkan kita menuju Indonesia Emas.
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-70. Semoga semakin kokoh dan menjadi Bangsa yang Besar, Disegani, Ditakuti dan di Hormati di mata Internasional.

Red. Muhai_Tabuni

 
Design by Muhai Tabuni | Bloggerized by Muhay Tabuni - Pemuda Papua Blogger Themes | Muda Merdeka Papua Indonesia management