widget

Jumat, 10 Januari 2014

Save Papua; TNI berikan rasa aman kepada warga Timika

Ilustrasi
Hari Kamis, tanggal 9 Januari 2014, kurang lebih pukul 18.00 WIT terjadi kontak tembak antara Separatis OPM dengan TNI Yonif 754/ENK di tanggul timur Timika Papua Indonesia.
Informasi ini dibenarkan oleh Kasdam XVII/Cenderawasih Brigadir Jenderal Hinsa Siburian. Kasdam menjelaskan bahwa kontak senjata ini terjadi saat tim dari Yonif 754/ENK yang tergabung dalam Satuan tugas Pengamanan objek vital melaksanakan Patroli Pengamanan  di daerah tersebut. dalam kontak senjata tersebut satu orang  anggota kelompok kriminal bersenjata yang selama ini meresahkan warga sekitar tewas ditempat dan berhasil mendapatkan 1 pucuk senjata M-16. Kasdam menambahkan bahwa patroli yang dilaksanakan tersebut adalah dalam rangka mengamankan wilayah dan masyarakat sekitar dari gangguan kelompok-kelompok yang menggunakan senjata untuk mengacaukan situasi keamanan di Papua. "Sesuai dengan Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tupok TNI" Tegas Kasdam XVII/Cenderawasih. 


(Muhai Tabuni 4 IndONEsia)

Selasa, 07 Januari 2014

Tari Ambiaro dari Papua (Suku Walak)

Tak pernah Lelah Papua menyuguhkan sejuta pesonanya, satu lagi eksotisme dari Tari Ambiaro ini adalah kesenian khas suku Walak, Papua. Dibawakan oleh 24 penari, terdiri dari 12 laki-laki dan 12 perempuan, tari ini mengisahkan perjalanan nenek moyang orang Papua, dari Yunan, di daratan Asia, hingga mencapai Pulau Papua.

Perjalanan yang dimulai dari Yunan, di daratan Asia, melintasi Taiwan, Filipina, dan Lautan Pasifik sampai akhirnya tiba di Papua Nugini. Dari wilayah inilah, para leluhur melintas ke arah barat hingga tiba di Pulau Ifala. Mereka selanjutnya meneruskan perjalanan ke Genyem.
Dari Genyem, leluhur orang Papua satu per satu menyebar ke berbagai tempat, yang melahirkan sekitar 252 suku di Tanah Papua, saat ini.

“Tari Ambiaro mengajak semua suku untuk membangun Papua Baru. Tari ini mengingatkan bahwa kami berasal dari satu nenek moyang dan satu keturunan serta satu perjalanan sejarah,” kata Petrus Mabel, seniman suku Walak.
Saat membawakan tari Ambiaro, para penari suku Walak juga mendemonstrasikan pembuatan api dengan cara menggesek batu dan kayu serta alang-alang kering (tenggan). Ini sesuai dengan yang diperbuat para leluhur mereka di masa lampau.
Saat ini, jumlah anggota suku Walak mencapai lebih dari 30 ribu jiwa.
Mereka mendiami sebagian Kabupaten Jayawijaya, Mamberamo Tengah, dan Kabupaten Yalimo.
Warga suku ini mendiami Lembah Kobakma, Ilugwa, Erageam, Wolo, dan Yalengga di pinggir Sungai Mamberamo yang merupakan sungai terbesar di Papua Indonesia.


Warga Puncak Jaya: Selama ini OPM adalah sumber Masalah


Puncak Jaya - Selasa, 7 Januari 2014 pukul 8:30 WIT Kembali terjadi penembakan yang dilakukan OPM terhadap Warga sipil Pendatang di Komplek SMA Wuyuneri Kabupaten Puncak Jaya. Korban  yang berprofesi sebagai tukang ojek ini akhirnya tewas setelah sempat di evakuasi menuju ke Rumah Sakit Mulia karena kondisinya Kritis dan membutuhkan pertolongan medis.

Sampai berita ini diturunkan, pihak aparat gabungan TNI/Polri melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Berkaitan dengan itu, juga sempat terjadi aksi penyerangan Pos dan perampasan senjata milik Brimob di Kabupaten Puncak Jaya juga. hal ini menimbulkan keterkaitan kasus yang terjadi beberapa hari ini.

Salah seorang warga di sekitar kejadian menyatakan bahwa ia merasa sangat kesal atas rentetan kejadian yang dilakukan oleh separatis OPM disana. karena sudah sekian banyak korban yang berjatuhan baik dari pendatang bahkan warga setempat sendiri. "Sebaiknya jangan biarkan masalah ini berlanjut, buru semua Separatis di Papua ini agar Kedamaian benar-benar turun di Tanah Papua" Tegasnya.

ia berharap Pemerintah dan Aparat segera memperhatikan hal ini.



Written : Muhai T. For Indonesia.
Sumber: Sekapur Sirih Papua

Selasa, 17 Desember 2013

BUKTI NYATA YANG TAK MUNGKIN BISA DI BANTAH

sumber foto : ABC Australia
Danny Kogoya meninggal karena kecerobohannya sendiri,. diketahui dari kesehariannya yang jauh dari kata hidup sehat serta kebiasaan buruknya yang senantiasa mengkonsumsi alkohol (miras) serta kurang menjaga kebersihan yang akhirnya berbuntut kematiannya sendiri,. sempat dilansir di media online tentang kematian Tokoh OPM tersebut yang dinilai sebagai kesalahan aparat dan pemerintah dengan berbagai propaganda dan manipulasi fakta yang sempat bergentayangan di internet tak menyurutkan niat kami untuk selalu mencari fakta demi kebenaran dan keadilan yang sesungguh-sungguhnya di PAPUA.

Tadi pagi saya mendapatkan dokumen AKTA KEMATIAN resmi dari "Papua New Guinea". ternyata didapatkan data aktual penyebab kematian Danny Kogoya tersebut yang lebih disebabkan oleh Kecerobohannya sendiri, dalam surat kematian itu dijelaskan bahwa Danny Kogoya mengalami LIVER KRONIS. Hal ini di kemukakan oleh Medic Center setempat setelah melakukan Autopsi terhadap Jasad Alm. Danny Kogoya.
surat resmi MEDICAL CENTER of PNG

Bukti diatas sekaligus mematahkan pernyataan dari media-media tak bermutu yang menyalahkan pihak lain dan mengkait-kaitkan dengan masalah yang jelas-jelas tak ada hubungannya.

Terkait Penangkapan oleh polisi itu karena yang bersangkutan di curigai sebagai otak penembakan di Jalur Nafri dan Pantai Base-G Jayapura. dalam proses penangkapan Danny Kogoya berusaha menghindar dari polisi sehingga kakinya di terjang timah panas dan mengalami pembengkakan saat perawatan di rumah sakit yang kemudian terpaksa diamputasi. selama proses penyelidikan lebih lanjut, Danny Kogoya di tahan di bebaskan sementara menunggu Perpanjangan masa tahanan dan  Putusan lebih lanjut dengan keadaan Kaki kanan sudah diamputasi. namun Danny Kogoya dengan bantuan rekannya melarikan diri ke Papua New Guinea demi menghindar dari putusan hakim.

Sampai dengan berita kematian Danny Kogoya terbit, Kelompok Politik Separatis selalu Memutar balikkan fakta yang terjadi di lapangan untuk menarik perhatian publik dan Internasional.

Sekarang Apalagi yang akan kamu Kicaukan??? INDONESIA MASIH ADA DALAM RAGAKU MERAH DARAHKU PUTIH TULANGKU, PAPUA TANAHKU.

Published by : Muhai Tabuni for Indonesia

 
Design by Muhai Tabuni | Bloggerized by Muhay Tabuni - Pemuda Papua Blogger Themes | Muda Merdeka Papua Indonesia management